Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Desember 2013

Dari ‘Ibnu ‘Umar bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata dalam do’anya,


اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ

“Ya Allaah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu


وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ

dan berikanlah (taufiq kepada kami, agar dapat melaksanakan) ketaatan kepada-Mu, yang dapat mengantarkan kami ke surga-Mu

وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا

dan anugerahkan pula keyakinan (akan balasanMu di akhirat kelak) sehingga akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini.”




[HR. Tirmidzi (3502), An Nasaai dalam 'Amalul Yaum wal Lailah (402), Al Hakim (1/528), Al Baghawi (1374). dihasankan At Tirmidzi dan al-Albaaniy]

Selasa, 19 November 2013

بسم الله الرّ حمن الرّ حيم

Etika dan adab dalam berkomunikasi melalui mobile phone (HP atau smartphone) yang perlu diketahui oleh para pengguna antara lain:
1. Penghormatan yang diberikan yaitu ucapan salam. Hak seorang muslim ketika bertemu secara langsung maupun tidak langsung adalah mengucapkan salam. sebaik-baik sapaan adalah ucapan salam.

2. Orang yang menelepon mengucapkan salam terlebih dahulu. Karena diibaratkan seseorang yang sedang bertamu.

3. Orang yang menelepon hendaknya memperkenalkan dirinya dengan jelas bukan malah membuat orang yang ditelpon penasaran akan diri kita. Misalkan dengan menyebutkan nama kunyah kita (missal ummu fulan), padahal orang lain tidak mengetahui nama kunyah yang kita digunakan. yang tidak sisukai Rasullullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah jawaban yang tidak jelas dalam memberikan identitas.

4. Tidak membuang-membuang waktu untuk hal-hal yg tidak bermanfaat walaupun dengan alas an mumpung ada gratis SMS/nelpon/paket lainnya. Allaah subhanahu wa Ta'ala akan menanyai untuk apa umurnya digunakan.

5. Jangan membuang-buang harta (pulsa). sebab harta juga akan dimintai pertanggungjawaban : darimana harta itu kita dapatkan dan kemana harta itu dibelanjakan.

6. Mewaspadai terhadap musik. pilihlah ringtone atau nada tunggu maupun panggil yang mubah. menggunakan nada adzan dan murotal al-Quran adalah kurang tepat, dikarenakan :
--> Allaah subhanahu wa Ta'ala tidaklah menurunkan al-Quran dan adzan untuk menjadikan sebagai ringtone dan sebagainya.
--> Boleh jadi ketika membawa HP dikamar mandi dan berdering maka hal ini termasuk tidak memuliakan al-Quran bahkan bisa menghinna.
--> Terlihat tidak suka dengan al-Quran, karena saat terdengar al-Quran berdering maka akan cepat-cepat mematikan suara tersebut untuk menerima panggilan, sehingga tercipta sikap tidak suka atau bahkan tidak memperhatikan tempat/tanda berhenti bacaan al-Quran (waqof).

7. Jangan dijadikan alat untuk mengganggu orang. Allaah subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam al-Quran surah Al-Ahzab ayat 58 : 
Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
Mendzalimi orang lain bisa dalam bentuk seperti hanya sekedar miscall, menelepon diwaktu yang tidak tepat (jam istirahat), salah sambung, bisa juga tidak mengunci HP sehingga akan kepencet (orang yg mempunyai nama depan A adalah yg sering mendapat kedzaliman karena terpencet), dan mengganggu orang shalat (mengganggu dengan bacaan Al-Quran saja tidak boleh apalagi dengan suara/dering HP).

8. Memperhatikan hak masjid dengan tidak mengaktifkan HP ketika shalat berjamaah berlangsung.

9. Memperhatikan hak ketika sedang dalam majeli ilmu. Hendaknya tidak mengaktifkan HP selama kajian berlangsung dan tidak sibuk dengan sms. Sikapilah orang lain dimana anda ingin disikapi oleh orang lain.

10. Jangan sibuk dengn HP (sms,medsos) ketika bercakap-cakap dengan orang lain. Apalagi dengan orang tua.

11. Jangan menjadikan untuk alat merusak moral. Yang digunakan untuk menyimpan foto terlarang, video yang akan merusak agama atau untuk menelepon lawan jenis yang tidak mempunyai kepentingan mendesak.

12. Tidak mengoperasikan/bermain HP saat berlalu-lintas di jalan. Jangan jadikan HP sebagai sebab terjadinya kecelakaan lalu lintas. Apabila sudah tau bahayanya bermain HP di jalan atau ketika berkendaraan maka ketika terjadi kecelakaan dan sampai meninggal maka kematian ini dapat tergolong bunuh diri.

13. Jangan merusak aqidah dengan HP. Yang digunakan untuk konsultasi dengan dukun atau peramal (missal REG[spasi]RAMAL), juga digunakan sebagai alat judi (misalkan dengan mengirimkan sms premium yang berkesempatan mendapatkan undian).

Semoga memberikan manfaat bagi kita para pengguna HP.

Catatan kajian “adab dan etika berkomunikasi, yang disampaikan oleh ustadz Aris Munandar.
Masjid Al-Umm Joyogreen, Malang, 26 Dzulhijah 1433 H



  

Selasa, 14 Agustus 2012



Dalam ketegaran menghadapi siksaan, tampak sekali sikap Sumaiyah binti Khabbat radhiyallahu'anha, ibu Ammar ibn Yasir, sebagai contoh terdepan dan bukti yang sangat tepat dalam hal ini.
Abu Jahal, pangkima kedzaliman memakaikan baju besi pada Sumaiyah, kemudian menjemeurnya di bawah terik panas matahari. Walaupun begitu ia bersabar dan mengaharap pahala, ia tidak berharap sesuatu kecuali kepada Alloh dan Hari Akhir.
Ketika sikapa beliau ini mematahkan kesombongan Abu Jahal, dan mengobarkan kemarahan di hatinya, Abu Jahal melakukan apa yang dilakukan oleh para penguasa dzalim lagi jahat ketika tak mampu berbuat apa-apa. Karena ketegaran Sumaiyah dalam agamanya, Abu Jahal mendekatinya, kemudian menusuknya dengan tombak hingga meninngal dunia. Dalam kitab Usdu al-Ghabah, al-Hafifz Ibnu hajar mengatakan, "Abu Jahal menusuk Sumaiyah dengan tombak yang ada di tangannya pada kemaluannya hingga meninggal dunia. Beliau adalah orang yang mati syahid pertama dalam Ilam, beliau dibunuh sebelum hijrah, dan beliau termasuk diantara orang yang dipelijara keislamannya secara terang-terangan pada awal datangnya Islam." Ini merupakan pelajaran bagi setiap mukminah yang diinginkan oelh orang-orang yang berbuat dosa untuk dicopot dari agamanya, hendaknya ia meneladani ketegaran dan keteguhan SUmaiyah. Semboyannya adalah perkataan Abu Athiyah : " Bersabarlah dalam kebenaran, engkau akan berasakan manisanya. Kesabaran demi kebenaran terkadang harus melewati kepedihan"

[Meneladani Wanita Generasi Sahabat] 
Penerbit: Darul Haq
Dr. Abd. Hamid bin Abd. Rahman as-Suhaibani